7.9.09

Kalor - Mendidih

ZAT MENDIDIH DENGAN SUHU TETAP ASALKAN TEKANAN UDARA TIDAK BERUBAH
Penguapan yang terjadi di seluruh bagian permukaan zat cair disebut mendidih. Pada suhu 100 derajat C air mulai mendidih dan energi kalor yang diperlukan tidak digunakan untuk menaikkan suhunya, tetapi untuk mengubah wujud zat dari cair menjadi gas. Keadaan ini berlaku untuk semua zat yang sedang mendidih. Titik didih adalah suhu pada saat zat cair mendidih.
Pada tekanan udara normal (76 cmHg) air mendidih pada suhu 100 derajat C. Apabila tekanan udara luar berubah-ubah, maka titik didih zat juga akan mengalami perubahan. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa pada tekanan udara luar kurang dari 76 cmHg air akan mendidih kurang dari 100 derajat C.
Titik didih suatu zat dapat diubah-ubah dengan cara: tekanan ditambah maka titik didihnya naik, tekanan dikurangi, maka titik didihnya turun, dan menambahkan ketidakmurnian zat maka titik didihnya naik.
Zat cair yang mendidih jika dipanaskan terus-menerus akan berubah menjadi uap.

Alat yang dapat mendidihkan air di atas 100 derajat C adalah otoklaf dan pressure cooker.
Untuk mengubah wujud cair menjadi gas pada titik didihnya diperlukan energi kalor. Jumlah energi kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud cair menjadi gas pada titik didihnya disebut kalor didih atau kalor uap.



Prinsip menaikkan titik didih suatu zat dengan memperbesar tekanan digunakan untuk pembuatan panci pressure cooker (panci tekan). Dengan ditutup rapat, air dalam panci tekan dapat mendidih di atas 100 derajat C. Hal ini disebabkan tekanan udara dalam panci tekan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, makanan yang dimasak dalam panci tekan akan lebih cepat masak dan duri ikan akan menjadi lunak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar