15.9.09

Sebuah tulisan - Kecintaan Rasul kepada umatnya



Tulisan ini adalah sepenggal dari tulisan buku favoritku, wasiat Khomeini kepada anaknya. buku ini cukup ringan, namun aku sangat suka kandungan isinya. Membaca buku ini rasanya tidak pernah bosan dan terkadang aku seperti menemukan sesuatu yang baru. berikut ini penggalan tulisan tersebut.

"Jika kau bukan pengembara di dunia ruhani, setidaknya berupayalah untuk tak menyangkali maqam-maqam keruhanian dan irfani, karena salah satu dari tipuan terbesar setan dan diri badani yang menghalangi manusia dari meraih berbagai maqam kemanusiaan dan keruhanian adalah mendorong-dorong manusia untuk menyangkali atau bahkan melecehkan pelancongan ruhaniah neuju Allah. Hal ini akan menyeret manusia untuk menafikkannya. Sebagai akibatnya, matilah potensi keruhanian kita sebelum ia sempat tumbuh dan berkembang. padahal, inilah tujuan semua nabi besar, para wali yang mulia, dan semua kitab samawi, khususnya Al-Qur'an yang abadi.
Setidaknya jangan menyangkal hakikat maqam-maqam spiritual dan ajaran-ajaran Ilahi. Cobalah untuk menjadi salah satu diantara orang-orang yang bersahabat dengan orang-orang saleh dan arif- meski kamu bukan salah seorang dari mereka dan jangan meninggalkan dunia ini dengan perasaan yang bermusuhan dengan teman-teman Allah, Ta'ala."
"Doa-doa dan wirid-wirid yang telah sampai kepada kita lewat para Imam yang ma'shum adalah petunjuk-petunjuk bagi kita untuk mengenalNya. Inilah cara yang paling luhur untuk menggapai kehambaan antara Allah dan ciptaannya. Doa-doa dan wirid-wirid itu mengandung ajaran-ajaran Ilahi dan cara-cara untuk mencapai keintiman dengan-Nya. malah, semua itu merupakan buah tangan dari rumah tangga kenabian dan mencerminkan keadaan orang-orang yang memiliki mata hati dan para pelancong di jalan menuju Allah. jangan sampai hasutan orang-orang yang lalai menjauhkanmu dari mendapatkan manfaat dari semua itu dan - kalau engkau memang memiliki kemampuan untuk itu - dari menjadikannya bagian hidupmu. kalaupun kita membaktikan seluruh hidup kita untuk menyampaikan terima kasih kepada para Imam- yakni orang orang yang telah terbebaskan itu- sebagai pembimbing kita, itu semua tak cukup."

Tulisan ini mengingatkan ku pada sesorang yang selama ini telah begitu banyak membantuku, dan selalu membantuku.....
Terima kasih....ya Allah, telah Engkau pertemukan aku dengan dirinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar