23.9.09

ALJABAR



Kita tentu sering mendengar kata kata aljabar. Bidang matematika ini adalah salah satu yang wajib dikuasai karena aljabar adalah dasar dari perhitungan matematika. Menguasai aljabar akan sangat memudahkan kita belajar matematika.
Ketika kita merasa kesulitan memecahkan soal soal aljabar kadang kita bertanya, 'siapa sih yang membuat aljabar?' untuk mengenal lebih jauh tentang penemuan aljabar, berikut ini akan diulas sedikit tentang aljabar.

Aljabar berasal dari bahasa arab 'al-gabr' yang berarti ''pertemuan'' atau ''hubungan.'' kata al-gabr ini merupakan penggalan judul dari karya ilmuwan Persia Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi. Judul asli dari tulisan beliau adalah al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-gabr wa'l-muqabala. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing". Kitab peletak dasar matematika modern itu biasa pula disebut Hisab al-jabr wal-muqabala. Kitab yang monumental ini ditulis pada abad ke-9 M.

Dalam kitab ini Khawarizmi memperkenalkan metode dasar "mengurangi" dan "keseimbangan/balancing", yang mengacu pada perubahan syarat-syarat mengurangi sisi lain sebuah persamaan yaitu pembatalan syarat-syarat seperti sisi berlawanan dari persamaan.



Para ahli matematika baik dari barat atau dari timur menggunakan buku ini sebagai rujukan dalam pengembangan matematika pada saat itu. Buku ini mulai diperkenalkan ke dunia dunia Barat melalui terjemahan bahasa Latin oleh Robert of Chester berjudul Liber algebrae et almucabala.

Sejarahwan sains menilai bahwa kitab aljabar ini merupakan pemersatu teori teori matematika yang didalamnya bisa diterapkan untuk bilangan bilangan rasional, bilangan irasional, besar atau jarak geometri dan yang lainnya serta kitab ini juga merupakan pengembangan aturan matematika yang telah ada untuk memecahkan bentuk bentuk persamaan kuadrat. sehingga merupakan kunci terhadap aljabar modern.


Kisah Hidup Bapak Aljabar


Abu 'Abdallah Muhammad ibnu Musa al-Khwarizmi dilahirkan pada tahun 194 H/780 M di khwarizm uzbeikistan, sehingga nama yang disandangnya adalah Khawarizmi.
Beliau bukan hanya handal dalam bidang aljabar, namun juga memiliki kemampuan dalam bidang astronomi, dan geograafi yang hebat.


Berkat kehebatannya, Khawarizmi terpilih sebagai ilmuwan penting di pusat keilmuwan yang paling bergengsi pada zamannya, yakni Bait al-Hikmah atau House of Wisdom yang didirikan khalifah Abbasiyah di metropolis intelektual dunia, Baghdad.

Bait al-Hikmah merupakan lembaga yang berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi. Dalam kurun dua abad, Bait al-Hikmah ternyata berhasil melahirkan banyak pemikir dan intelektual Islam. Di antaranya, nama-nama ilmuwan seperti Khwarizmi.

Selain memberikan sumbangan yang cukup besar dalam bidang aljabar, beliau juga berhasil menemukan tabel untuk fungsi trigonometri serta konsep diferensiasi.

Kitab Aljabr Wal Muqabalah (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana istilah aljabar muncul dalam kontesk disiplin ilmu. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal tersebut. Karangan itu sangat populer di negara-negara barat dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin dan Italia. Bahasan yang banyak dinukil oleh ilmuwan barat dari karangan Khawarizmi adalah tentang persamaan kuadrat.

Buku-buku beliau terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Khawarizmi meninggal pada tahun 262 H/846 M di Baghdad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar