6.3.10

Air Mata Batu

Ada seorang laki laki di cina yang mengumpulkan batu batu tiada hentinya. Dia mengucurkan air mata berlimpahan, dan bila air mata itu jatuh ke tanah, berubahlah jadi batu, yang tiap kali dikumpulkannya.
Kalau saja awan mesti mengucurkan air mata seperti itu, maka akan menimbulkan kesedihan dan keluhan.
Pengetahuan sejati menjadi milik pencari yang tulus. Jika diperlukan mencari pengetahuan ke negeri cina, maka pergilah, tetapi pengetahuan dirusakkan oleh pikiran dangkal, ia mengeras bagai batu. Berapa lama lagi pengetahuan sejati akan salah dimengerti? Dunia ini, rumah kesedihan ini, ada dalam kegelapan, tetapi pengetahuan sejati adalah permata, ia akan menyala bagai suar dan menunjukkan jalan padamu di tempat yang kelam ini. Namun bila kau remehkan permata ini, kau akan sungguh sungguh patut disesalkan. Bila kau tercecer dibelakang, kau akan menangis pedih. Tetapi bila kau hanya tidur sedikit dimalam hari dan puasa disiang hari, kau mungkin akan mendapatkan apa yang kau cari. maka carilah, dan tenggelamkan dirimu dalam usaha mencari itu.


*) this story was written by Rumi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar