3.7.13

Wisata Kuliner....

Saya sering cerita cerita sama ibu saya kalau pulang dari ketemuan dengan beberapa teman. Akhir akhir ini sering cerita hobi wisata kuliner teman teman saya. Teman-teman saya lagi seneng-senengnya wisata kuliner. Setiap ada tempat makan makan baru pasti langsung jadi bahan rumpian.
Kalau inget wisata kuliner langsung saya ingat penyakit perut yang saya derita kurang lebih dua tahun yang lalu. waktu itu saya pernah sakit perut dan saya mengira kalau itu adalah penyakit usus buntu, ternyata setelah di periksa oleh dokter, ternyata penyakit itu disebakan oleh virus yang sejenis oleh typhus-saya lupa namanya. dan biasanya diakibatkan oleh kurang bersihnya makanan kita atau tempat makanan yang kita pakai.
Dua kali saya terkena penyakit itu, saya ingat waktu itu saya sering pulang sampai sore dan untuk makan siang saya harus beli diluar. Saat terkena yang kedua kalinya, dokter yang memeriksa saya langsung menanyakan apakah saya masih sering beli makanan diluar atau jajan diluar. Tidak ada pilihan, saya jujur kalau saya memang harus beli makanan di luar saat siang hari. Namun saya juga memperhatikan kebersihan makanan itu, kemudian dokter itu bilang kalau sebanarnya bukan cuma makanan yang bersih saja atau tempat yang bersih saja yang harus kita perhatikan saat kita makan, namun kita juga harus tahu bahan bahan apa saja yang ada didalam makanan kita. Apakah bahan bahan itu menyehatkan atau tidak.
Ketika kita beli jajanan di luar kita kadang tidak tahu, bahan apa saja yang digunakan, sudah berapa kali minyak goreng itu digunakan. bahkan pernah saya tahu-secara tidak sengaja-dari seorang penjual makanan kalau minyak goreng yang dia gunakan berasal dari lemak bebek, dan dia terkenal penjual yang rasa masakannya lumayan enak dan banyak pelanggannya. Padahal lemak bebek terkenal dengan kolesterol yang tinggi. Nah...menakutkan juga meski kadang banyak yang bilang, kalau memang sudah waktunya sakit juga bakalan sakit, namun dari sudut pandang saya ya lebih baik mencegah penyakit itu.
Rasanya saat ini lebih baik saya makan makanan hasil masakan sendiri, meskipun terkadang pengen juga kalau lihat jajanan jajanan di luar. Dan biarlah mereka bilang kalau saya tidak pernah beli makanan di luar atau tidak pernah berwisata kuliner. Dari pada saat ini saya hanya memanjakan mulut saya atau hanya gengsi karena trend wisata kuliner sedangkan nantinya saya harus merasakan akibatnya, lebih baik saya makan masakan hasil karya sendiri yang saya pasti tahu komposisinya dan kebersihannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar