17.1.10

Sebuah puisi, yang aku lupa dimana aku pernah mendapatkannya......

Aku mati, namun gairah cintaku kepada-Mu baka
Tujuanku tak sekedar memiliki cinta-Mu, pun meredam demam jiwaku
Kepada-Mu jua jiwaku menangis
Dalam DiriMu-lah segenap angan anganku berada
Dan kebaikanMu jauh diatas kemiskinan setitik cintaku
Dalam munajatku aku menghadapMu
Dalam DiriMu kucari sandaran terakhirku
Kepada Mu lah air mataku tertumpah
Engkau hidup dalam lubuk benakku
Betapa pun lama sakitku
Kejenuhan nan meletihkan ini
yang kau pikulkan kepadaku
takkan pernah kukatakan kepada insan
hanya Dikau-lah yang tahu
Derita di dadaku
Tak keluarga, tak pula tetangga pernah tahu
Luapan kesengsaraanku
demam membakar lubuk kalbuku
memporak porandakan anasir tubuhku
melenyapkan dayaku
Dan menggelorakan jiwaku
tidaklah Kau tuntun
pejalan nan letih karena beban di pundak
yang menuruni lereng lereng ajal
bak musafir berkelana
tak pulalah Kau nyalakan suar
bagi yang beroleh petunjuk benar
tapi tak tergenggam pelita paling redup pun
oh, kepadakulah Kau anugerahkan karunia-Mu
demikian membuai
dan kelimpahan kemudahaan-Mu
meneguhkan kefakiranku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar