Cara beradaptasi ikan yang hidup di air tawar berbeda dengan ikan yang hidup di air laut. berikut ini adalah perbedaannya:
Ikan air laut
Ikan air laut minum terus menerus air. Hal ini karena penguapan air dilakukan dengan osmosis.
Urin yang dikeluarka juga sedikit
Garam garam dieksresikan secara aktif melalui insang
Ikan air tawar
Ikan tidak pernah minum air. Pengambilan air ddengan osmosi
Mengeluarkan banyak urine
Garam garam diabsorbsi melalui insang.
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
20.11.09
Monera
Istilah monera berasal dari bahasa Yunani, kata moneres berarti tunggal. Monera merupakan organisme yang memiliki struktur tubuh sangat sederhana, terdiri atas sel tunggal yang bersifat prokariotik artinya memiliki inti sel tetapi tidak memiliki membran (selaput) inti sel. Monera merupakan suatu kerajaan yang disebut dengan Kingdom Monera. Cara reproduksi monera dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner (binery fision), fragmentasi atau spora. Reproduksi secara seksual adalah dengan cara konjugasi, transduksi maupun transformasi.
Kingdom Monera beranggotakan mikroorganisme prokariotik yang terdiri atas bakteri dan ganggang hijau biru (Cyano bacteria atau Cyanophyta).
untuk lebih lanjut ada pada file berikut ini:
Monera 1
Monera 2
panduan download:
gunakan browser opera atau internet explorer untuk download. jika anda sedang menggunakan browser mozilla maka:
1. klik kanan pada link
2. pilih copy link location
3. buka browser opera atau internet explorer
4. paste pada kolom alamat dan enter
Kingdom Monera beranggotakan mikroorganisme prokariotik yang terdiri atas bakteri dan ganggang hijau biru (Cyano bacteria atau Cyanophyta).
untuk lebih lanjut ada pada file berikut ini:
Monera 1
Monera 2
panduan download:
gunakan browser opera atau internet explorer untuk download. jika anda sedang menggunakan browser mozilla maka:
1. klik kanan pada link
2. pilih copy link location
3. buka browser opera atau internet explorer
4. paste pada kolom alamat dan enter
30.8.09
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
Untuk kelangsungan hidupnya manusia memerlukan darah untuk media pengankutan berbagai bahan yang dibutuhkan tubuh. Seperti cairan pada umumnya darah juga membutuhkan alat untuk peredarannya. Salah satu peralatan paling penting dalam peredaran darah adalah jantung.

Peredaran darah dalam tubuh kita terbagi menjadi dua bagian , yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah besar merupakan peredaran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Peredaran darah ini saat keluar dari jantung darah membawa oksigen yang salah satu fungsi oksigen tersebut digunakan untuk optimalisasi organ tubuh.
Setelah darah mengedarkan osigen ke seluruh tubuh, darah kembali ke jantung, kemudian darah dipompa ke paru-paru, di paru- paru darah mengambil oksigen. Peredaran darah dari jantung ke paru-paru disebut dengan peredaran darah kecil.

Selain jantung peralatan peredaran darah kita adalah pembuluh pembuluh darah. pembuluh-pembuluh ini berfungsi seperti layaknya pipa. Seperti pipa yang digunakan dalam sirkulasi cairan, pipa terbagi menjadi pipa utama dan cabang-cabangnya. Demikian juga dengan darah. pembuluh darah juga beragam ukurannya. beberapa pembuluh antara lain: Vena, Arteri, dan pembuluh kapiler.



Darah manusia digolongkan ke dalam beberapa jenis, A, B, O, dan AB. dalam pemberian (donor) darah terdapat aturan tertentu. Golongan darah O bisa memberikan darahnya kepada seluruh jenis golongan darah, namun golongan darah O hanya bisa menerima dari golongan darah O sedangkan golongan darah AB bisa menerima dari seluruh golongan darah yang lain.
Mengingat darah sangat penting dalam kehidupan manusia, maka jika kita kehilangan banyak darah bisa mengakibatkan kematian. Tuhan Yang Maha Luas IlmuNya pun mensifati darah dengan kemampuan membekukan diri, jika terjadi luka.
Darah yang terlihat merah sebenarnya terdiri atas beberapa bagian, yaitu sel darah merah, sel darah putih serta trombosit



Jantung Manusia
Peredaran darah dalam tubuh kita terbagi menjadi dua bagian , yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah besar merupakan peredaran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Peredaran darah ini saat keluar dari jantung darah membawa oksigen yang salah satu fungsi oksigen tersebut digunakan untuk optimalisasi organ tubuh.
Setelah darah mengedarkan osigen ke seluruh tubuh, darah kembali ke jantung, kemudian darah dipompa ke paru-paru, di paru- paru darah mengambil oksigen. Peredaran darah dari jantung ke paru-paru disebut dengan peredaran darah kecil.
Selain jantung peralatan peredaran darah kita adalah pembuluh pembuluh darah. pembuluh-pembuluh ini berfungsi seperti layaknya pipa. Seperti pipa yang digunakan dalam sirkulasi cairan, pipa terbagi menjadi pipa utama dan cabang-cabangnya. Demikian juga dengan darah. pembuluh darah juga beragam ukurannya. beberapa pembuluh antara lain: Vena, Arteri, dan pembuluh kapiler.



Darah manusia digolongkan ke dalam beberapa jenis, A, B, O, dan AB. dalam pemberian (donor) darah terdapat aturan tertentu. Golongan darah O bisa memberikan darahnya kepada seluruh jenis golongan darah, namun golongan darah O hanya bisa menerima dari golongan darah O sedangkan golongan darah AB bisa menerima dari seluruh golongan darah yang lain.
Mengingat darah sangat penting dalam kehidupan manusia, maka jika kita kehilangan banyak darah bisa mengakibatkan kematian. Tuhan Yang Maha Luas IlmuNya pun mensifati darah dengan kemampuan membekukan diri, jika terjadi luka.
Darah yang terlihat merah sebenarnya terdiri atas beberapa bagian, yaitu sel darah merah, sel darah putih serta trombosit

8.8.09
Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tahukah kamu perubahan apa yang terjadi dalam dirimu dari sejak bayi hingga sekarang? Tentu saja terjadi perubahan berat dan tinggi badan (tumbuh). Misalnya ketika baru lahir beratmu sekitar 3 kg, pada umur 6 bulan beratnya menjadi 8 – 9 kg dan sekarang mungkin beratmu sekitar 35 kg. Selain tumbuh, kamu juga mengalami perubahan menuju kedewasaan (berkembang). Perkembangan berhubungan dengan tingkah laku (sikap) atau kejiwaan. Misalnya terjadi perkembangan/perubahan sikap dan kebiasaan dari balita, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. Setiap tahap perkembangan memiliki ciri yang berbeda. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berbeda, tetapi kedua proses ini berlangsung bersamaan atau tidak dapat dipisahkan.Perhatikan tahap-tahap perkembangan manusia dari balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia pada Tabel berikut ini.
TABEL TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA
Pubertas pada manusia
Berdasarkan usiamu, sekarang kamu telah memasuki tahap remaja. Kamu tentu dapat merasakan adanya perubahan fisik dan tingkah laku yang pasti berbeda dibandingkan sewaktu duduk di sekolah dasar. Semua remaja mengalami pubertas. Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). Masa pubertas disebut juga akil balig. Pada masa ini telah tercapai kematangan seksual yaitu sistem reproduksi telah mampu membuat sel-sel kelamin (gamet). Hal ini dipengaruhi oleh produksi hormon kelamin dan kelenjar hipofisis. Secara biologis, kamu telah siap untuk bereproduksi, namun belum tentu demikian bila ditinjau secara segi psikis, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Tingkat perkembangan pada setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan, produksi hormon, konsumsi makanan, dan penyakit. Gejala pubertas dapat ditinjau secara fisik dan psikis (kejiwaan/emosional).
1. Pubertas Secara Fisik
Pubertas secara fisik dapat dilihat dari perubahan tubuh, meliputi perubahan tanda kelamin primer dan sekunder. Perkembangan tubuh remaja laki-laki dan perempuan berbeda karena pengaruh hormon yang dihasilkan. Laki-laki menghasilkan hormon androgen, sedangkan perempuan menghasilkan hormon estrogen.
Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Ciri kelamin primer
1) Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel
telur di dalam indung telur (ovarium).
2) Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan poripori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.
c. Perubahan proporsi tubuh, tampak dari bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki, dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah.

2. Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Mencari identitas diri
Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.
b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri remaja maupun bayi yang dikandungnya.
7.8.09
FAKTOR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Dikatakan bahwa perubahan ukuran tubuh bersifat ireversibel (tidak dapat kembali seperti semula). Bertambahnya ukuran tubuh inilah yang disebut dengan pertumbuhan. Ukuran tubuh meliputi tinggi, berat, dan volume. Pertumbuhan pada makhluk bersel satu ditandai dengan bertambahnya ukuran sel. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran dan jumlah sel.
Pertumbuhan pada manusia dan hewan ada batasnya. Setelah mencapai usia tertentu, manusia dan hewan tidak tumbuh lagi. Sedangkan tumbuhan hampir selalu tumbuh sepanjang hidupnya. Pertumbuhan diikuti dengan proses perkembangan, yaitu proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan atau kesempurnaan. Contoh perkembangan adalah perubahan susunan dan fungsi organ-organ tubuh.
Faktor-Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini.
Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa.
Kalau kamu perhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasmu. Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama. Mengapa bisa demikian?
Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibedakan menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar tubuh. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya?
Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut ini dengan baik.
a. Gen
Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga
menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
b. Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.
Hormon pada tumbuhan
Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan
munculnya bunga lebih cepat.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.
Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata.
Hormon pada manusia
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran. Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut.
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid.
Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam
tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH)
Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan
seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon
pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.
Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan.
Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan. Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Tahukah kamu, apakah fungsi vitamin D di dalam tubuh?
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
e. Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat
hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara.
Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.
Pertumbuhan pada manusia dan hewan ada batasnya. Setelah mencapai usia tertentu, manusia dan hewan tidak tumbuh lagi. Sedangkan tumbuhan hampir selalu tumbuh sepanjang hidupnya. Pertumbuhan diikuti dengan proses perkembangan, yaitu proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan atau kesempurnaan. Contoh perkembangan adalah perubahan susunan dan fungsi organ-organ tubuh.
Faktor-Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya yang terjadi pada diri kita, kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini.
Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel, pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg.
Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa.
Kalau kamu perhatikan, tinggi dan besar badanmu bisa jadi berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman sekelasmu. Padahal usia kalian hampir sama, dengan kata lain waktu tumbuh dan berkembangnya hampir sama. Mengapa bisa demikian?
Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Karena ada perbedaan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tinggi dan besar badan teman-teman sekelasmu bisa berbeda-beda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibedakan menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar tubuh. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya?
Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut ini dengan baik.
1. FAKTOR DALAM (INTERNAL)
Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah faktor gen dan keadaan hormonal.a. Gen
Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga
menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.
b. Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.
Hormon pada tumbuhan
Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan
munculnya bunga lebih cepat.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.
Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata.
Hormon pada manusia
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran. Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut.
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid.
Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam
tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH)
Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya adalah memengaruhi kecepatan pertumbuhan
seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon
pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
2. FAKTOR LUAR (EKSTERNAL)
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut.a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.
Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan.
Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan. Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Tahukah kamu, apakah fungsi vitamin D di dalam tubuh?
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
e. Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat
hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara.
Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.
8.7.09
Serangga
Kita tentu sering melihat banyak serangga di sekitar kita. serangga dalam bahasa biologi biasa disebut insekta atau hexapoda. disebut hexapoda karena serangga memiliki enam kaki. banyak ekali variasi dalam serangga yang ada di dunia. baik dalam sifat ataupun dalam kebiasaan mereka. para ahli biologi memperkirakan jumlah serangga yang ada kurang lebih 900.000 serangga dan serangga serangga tersebut terbagi menjadi 25 ordo.
ciri-ciri umum dari insecta antara lain:
Tubuh serangga dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut. Kepala serangga memiliki mata majemuk atau biasa disebut mata facet, mata tunggal atau ocellus, dan sepasang antena sebagai alat peraba.

Serangga memiliki mulut yang khas, satu jenis serangga memiliki perbedaan jenis mulut dengan jenis serangga yang lainnya. Mulut serangga tersebut sesuai dengan makanan serangga. Bagian mulut terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum), serta bibir bawah (labium).
Dada atau biasa disebut thorax pada serangga terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax dan methathorax.
Kaki serangga terdapat pada bagian bagian thorax. Kaki - kaki tersebut ketika serangga masih muda memiliki kesamaan, namun ketika mereka tumbuh dewasa kaki kaki tersebut berubah sesuai dengan fungsinya.Jenis kaki pada serangga antara lain:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)
Selain kaki pada segmen thorax tumbuh sayap untuk serangga serangga yang bersayap. Pada mesothorax serta metathorax tumbuh dua pasang sayap.
Pada umumnya bagian perut serangga terdapat sebelas ruas, pada ruas pertama terdapat organ pendengaran atau disebut membran tympanum, dan pada serangga betina pada bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telur.

Karakteristik lainnya:
Alat pencernaan serangga terdiri atas: mulut , keronggkong, tembolok, lambung , usus, rektum, anus.
Sistem saraf serangga adalah sistem tangga tali.
Sistem pernafasan dengan sistem trakea
Sistem peredaran darah sistem peredaran darah terbuka
Tempat hidup di air tawar, dan di darat
Umumnya mengalami metamorfosa dari telur sampai dewasa.
ciri-ciri umum dari insecta antara lain:
Tubuh serangga dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut. Kepala serangga memiliki mata majemuk atau biasa disebut mata facet, mata tunggal atau ocellus, dan sepasang antena sebagai alat peraba.

Serangga memiliki mulut yang khas, satu jenis serangga memiliki perbedaan jenis mulut dengan jenis serangga yang lainnya. Mulut serangga tersebut sesuai dengan makanan serangga. Bagian mulut terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum), serta bibir bawah (labium).
Dada atau biasa disebut thorax pada serangga terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax dan methathorax.
Kaki serangga terdapat pada bagian bagian thorax. Kaki - kaki tersebut ketika serangga masih muda memiliki kesamaan, namun ketika mereka tumbuh dewasa kaki kaki tersebut berubah sesuai dengan fungsinya.Jenis kaki pada serangga antara lain:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)
Selain kaki pada segmen thorax tumbuh sayap untuk serangga serangga yang bersayap. Pada mesothorax serta metathorax tumbuh dua pasang sayap.
Pada umumnya bagian perut serangga terdapat sebelas ruas, pada ruas pertama terdapat organ pendengaran atau disebut membran tympanum, dan pada serangga betina pada bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telur.

Karakteristik lainnya:
Alat pencernaan serangga terdiri atas: mulut , keronggkong, tembolok, lambung , usus, rektum, anus.
Sistem saraf serangga adalah sistem tangga tali.
Sistem pernafasan dengan sistem trakea
Sistem peredaran darah sistem peredaran darah terbuka
Tempat hidup di air tawar, dan di darat
Umumnya mengalami metamorfosa dari telur sampai dewasa.
15.3.09
LIMUT
Termasuk diivisi bryophyte, berasal dari bahasa yuyani yang berarti “tumbuhan lumut “, pada umumnya lumut berwarna hijau, karena mempunyai sel – sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b, dengan demikian lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya.
Ciri – Ciri Tubuh
Reproduksi
Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium , yaitu sebagai berikut:
Jika anteredium dan arkegonium berada dalam satu individu, tumbuhan lumut disebut berumah satu (monoesis) dan jika dalam satu individu hanya terdapat anteredium atau arkegonium saja disebut berumah dua (diesis).
'Klasifikasi
Digolongkan menjadi dua kelas , namun berdasarkan penelitian terbaru maka lumut dibagi menjadi tiga kelas yaitu music, hepaticeae, dan anthoceroraceae.
a. Lumut daun / music
Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab, mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun.
Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid.
Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain: polytricum juniperinum, furaria, pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut sphagnum.
b. Lumut hati (hepaticeae)
Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka , sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella.
c. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
Mempunyai gametofit lumut hati; perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit, masing – masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar, lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Contoh lumut tanduk adalah anthoceros laevis.
Manfaat tumbuhan lumut bagi manusia
Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia , tetpai ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati hepatitis, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus sphagnum dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.
Ciri – Ciri Tubuh
- Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
- Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya(anteredium ,maupun arkegonium)terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku(pteridophyta).
- Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki susunan yang berbeda – beda, jika batangnya dilihat secara melintang tampak bagian – bagian sebagai berikut:Selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya memanjang membentuk rizoid – rizoid epidermis, Lapisan kulit dalam yang tersusun atas beberapa lapisan sel dinamakan korteks, Silinder pusat terdiri dari sel – sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk mengangkut air dan garam – garam mineral (makanan).Jadi pada tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
- Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel. Sel –se l daun kecil , sempit panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
- Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
- Rizoid tampak seperti rambut / benang – benang , berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam –garam mineral (makanan).
- Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
- Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium.
- Seta atau tangki.
- Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora.
- Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora.
- Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.
Reproduksi
Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium , yaitu sebagai berikut:
- Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.
- Anteredium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat seperti gada. Dinding anteredium terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.
Jika anteredium dan arkegonium berada dalam satu individu, tumbuhan lumut disebut berumah satu (monoesis) dan jika dalam satu individu hanya terdapat anteredium atau arkegonium saja disebut berumah dua (diesis).
'Klasifikasi
Digolongkan menjadi dua kelas , namun berdasarkan penelitian terbaru maka lumut dibagi menjadi tiga kelas yaitu music, hepaticeae, dan anthoceroraceae.
a. Lumut daun / music
Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab, mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun.
Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid.
Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain: polytricum juniperinum, furaria, pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut sphagnum.
b. Lumut hati (hepaticeae)
Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka , sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella.
c. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
Mempunyai gametofit lumut hati; perbedaannya adalah terletak pada sporofit lumut ini mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit, masing – masing mempunyai kloroplas tunggal yang berukuran besar, lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.Contoh lumut tanduk adalah anthoceros laevis.
Manfaat tumbuhan lumut bagi manusia
Tumbuhan lumut tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia , tetpai ada spesies tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati hepatitis, yaitu Marchantia polymorpha. Selain itu jenis – jenis lumut gambut dari genus sphagnum dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.
14.3.09
The Angiosperms Question and Answer
It will be easier for you to make a review about the chapter or making a question and answer by yourself, when you study Biology. here some easy question and answer about The Angiosperms. I hope you wili ready for your exams.
- What are angiosperms, the flowering plants? What is the main feature that distinguishes them from the gymnosperms? Flowering plants have flowers and seeds (phanerogamic plants). They differ from gymnosperms by having their seeds within fruits.
- What are the two main groups into which flowering plants are divided? Angiosperm plants are divided into monocotyledonous (monocots) and dicotyledonous (dicots).
- What are the main morphological differences between monocot plants and dicot plants? The main differentiation criteria between monocots and dicots are: number of cotyledons (seed leaf) in seeds, one in monocots and two in dicots; pattern of leaf veins, parallel in monocots, reticulated in dicots; multiplicity of petal number, multiples of three in monocots, multiples of four or five in dicots; position of vascular bundles in the stem, scattered in monocots, concentrically ringed in dicots. Grasses, banana tree, sugar cane, orchids are examples of monocots. Sunflowers, oaks and waterlilies are examples of dicots.
- What are the androecium and the gynoecium? What are the other structures of flowers? Androecium is the set of male reproductive structures of flowers. It comprehends the stamens formed of filament and anther; one flower has one androecium that may have one or several stamens. Gynoecium is the set of female reproductive structures of flowers. It generally is composed of a single pistil that includes the stigma, the style and the ovary. The androecium usually surrounds the central gynoecium. Besides the androecium and the gynoecium typical flowers are also made of peduncle, sepals and petals.
- What is pollination? What are the main forms of pollination? The process in which pollen grains (the male gametophytes of phanerogamic plants) reach the female gametophyte is called pollination. The main forms of pollination are: anemophily, in which pollen is carried by wind. Hydrophily, pollination helped by water; entomophily, pollen carried by insects; ornitophily, pollination by birds; chiropterophily, pollen dissemination by bats. Characteristics of the flowers of each plant species relate to the type of pollination used by the plant. Colored flowers are specialized in bird and insect attraction; nocturnal flowers generally are white and perfumed, many specialized in pollination by bats; the nectar is also a specialization to attract pollinator animals; flowers that produce an exaggerated amount of pollen often use the wind as pollinator; the position of anthers more external or internal next to the nectar is a way to facilitate the pollen dissemination respectively by the wind or by animals.
- How are the male gametophytes and the male gametes formed in angiosperms?In the anthers of each stamen there are pollen sacs. Within the pollen sacs there are microspore mother cells, or microsporocytes. These cells undergo meiosis forming microspores. Each microspore by mitosis forms a pollen grain containing one generative cell and one tube cell. The pollen grain is the male gametophyte. When pollination occurs and the pollen grain makes contact with the stigma (the apex of the pistil) the tube cell elongates its cytoplasm forming the pollen tube that grows towards the ovary. The generative cell divides forming two sperm nuclei (male gametes) that migrate through the pollen tube.
- How many cellular nuclei does the pollen tube of angiosperms have? What is the ploidy of each of these nuclei? The pollen tube that is the mature male gametophyte of angiosperms has three cellular nuclei: two sperm nuclei and one tube cell nucleus. All those nuclei are part of the male gametophyte of the plant and thus each of them is haploid (n).
- How is the female gametophyte formed in angiosperms? In the flower ovary there are megasporangia enclosed by a tegument having a small opening, the micropyle. Within the megasporangium there is a megasporocyte, or megaspore mother cell, that undergoes meiosis forming four megaspores of which three regress and only one is functional. The functional megaspore undergoes (three) mitosis generating eight cells that as a whole form the embryonic sac.
- What is the embryonic sac? Which are the cells that form the embryonic sac? What are their ploidies? The embryonic sac is the female gametophyte of angiosperms. The embryonic sac is composed of three cells that remain next to the micropyle, two lateral synergids and the central oosphere (egg); one binucleated cell, the polar nuclei, is placed in the central region; three antipodal cells stay in the opposite side to the micropyle. Since all these cells come by mitosis from the functional megaspore they are haploid (n).
- After pollination how does fecundation occur in angiosperms? In these plants is fecundation dependent on water? After pollination one of the sperm nuclei from the pollen tube unites with the oosphere of the embryonic sac forming the diploid (2n) zygote. The other sperm nucleus fuses with the polar nuclei of the embryonic sac originating a triploid (3n) cell that by mitosis will turn into the secondary endosperm of the seed. The synergids and the antipodal cells degenerate after the fecundation process. Fecundation in these plants is independent from water.
- What is the difference between self pollination and cross pollination? Which of these two modes of pollination contributes more to the plant diversity? Self pollination occurs when pollen grains from a flowering plant fall into the pistils of the same plant and thus gametes from the same individual unite to form a zygote. Cross pollination occurs when pollinators carry pollen grains from a plant to reach other individual plants of the same species thus gametes of different individuals form the zygote. Since it promotes formation of zygotes containing genes from different individuals (new gene combinations) cross pollination contributes more to biological diversity.
- What is dichogamy? Dichogamy is the phenomenon of the maturation of female reproductive structures of the plant in a different period to the maturation of the male reproductive structures. Dichogamy prevents self pollination and makes cross pollination almost obligatory so assisting in an evolutionary strategy to promote genetic recombination.
- What are the typical structures of the seed? What is endosperm? A typical seed is composed of the embryo, endosperm and shell. Within seeds of angiosperms there are one or two cotyledons (seed leaf, one in monocots, two in dicots). The endosperm is the tissue within the seed that has the function of nourishing the embryo.
- How different are the endosperm of gymnosperms and the endosperm of angiosperms? In gymnosperms the endosperm is haploid (n), it is called primary endosperm. In angiosperm the endosperm is triploid (3n), it is called secondary endosperm.
- What are cotyledons? Cotyledons, or seed leaves, are structures formed by the embryo of angiosperms to absorb nutrients from the endosperm and to store and transfer these nutrients to the embryo. (Cotyledons are auxiliary embryonic structures). Seeds of monocots have a single cotyledon. Seeds of dicots have two cotyledons.
- What are the main functions of fruits? The main functions of fruits are the protection and spreading of seeds.
- From which floral structure do fruits come? Fruits are modified ovaries of the flowers.
- How are fruits formed? The fecundation in angiosperms triggers the release of hormones that act upon the ovaries. The ovary wall then develops into a fruit that contains the seeds.
- Are fruits always the flesh part of the “fruits”? Is the edible part of the onion a fruit? In some so-called fruits the actual fruit is not the flesh part. For example, the flesh part of the strawberry is not the fruit. The fruits are the small hard dots on the surface of the strawberry. Another example: the flesh part of the cashew is not the fruit. The fruit is the nut.The edible part of the onion is the stem of the plant and not the fruit.
- Why are there plants having single-seeded fruits and plants having fruits with more than one seed? Plants that produce single-seeded fruits, for example, mango and avocado, often have ovaries with only one egg inside. Fruits with more than one seed are originated from plants whose ovaries have more than one egg.
- What are infructescences, pseudofruits and parthenocarpic fruits? Infructescences are aggregated fruits formed from inflorescences, aggregated flowers. Grape clusters are examples of infructescences. Pseudofruits are “fruits” not made in the ovaries and in general their true fruits lack development and are found within the flesh, like in apples and pears. Parthenocarpic fruits are those made without fecundation, by means of hormonal stimuli, like bananas.
- What is the evolutionary importance of the fruits for the angiosperms? The fruits contain seeds and they can detach from the plant falling on the ground or can serve as food for animals. Therefore with the emergence of fruits the seeds of angiosperms could be transported across long distances contributing to the propagation of the species.
- What are the trends of the gametophyte in the evolution of plants? A tendency of the gametophyte evolution in plants has been towards the formation of gametes that are independent from water. In bryophytes and in pteridophytes the fecundation is totally dependent on water. In phanerogamic plants such dependency does not exist. Another tendency is the reduction in the size and duration of the gametophyte. In bryophytes the gametophyte is indeed the lasting stage. In pteridophytes, gymnosperms and angiosperms it became the temporary stage and its relative size was successively reduced. A third evolutionary trend relates to the interdependency between gametophytes and sporophytes. In bryophytes the sporophyte is entirely dependent on the gametophyte to survive. In the remaining plants the sporophyte is the independent stage and the once autotrophic gametophyte in bryophytes and pteridophytes became dependent upon the sporophyte in the phanerogamic plants.
22.7.08
Tumbuhan Autotrop dan Tumbuhan Heterotrop
Kali ini kita akan belajar tentang tumbuhan autotrop dan heterotrop. Hal mendasar yang membedakan kedua jenis tumbuhan ini adalah kemampuan mensintesa makanan. Tumbuhan autotrop dapat mensintesa makanan dengan sendirinya sedangkan tumbuhan heterotrop tidak mampu mensintesa makanan dari senyawa organik.
Tumbuhan-tumbuhan autotrop bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, fotoautotrop dan kemoautotrop.Tumbuhan fotoautotrop mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, yang dilakukan dengan cara fotosintesis.Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok fotoautotrop antara lain bakteri ungu, alga hijau, alga biru, alga coklat, alga merah, dan tumbuhan tingkat tinggi. sedangkan tumbuhan kemoautotrop mendapatkan energi dari oksidassi berbagai senyawa organik.
Tumbuhan heterotrop bisa dikelompokkan menjadi tumbuhan saprofit dan parasit. Saprofit memperoleh makanan dengan cara mengambil zat-zat organik dari sisa-sisa organisme lain yang telah membusuk. Tumbuhan yang masuk dalam kelompok saprofit misalnya bakteri, jamur, dan anggrek yang tidak berklorofil. Jenis yang kedua, parasit mengambil zat organik dari tumbuhan yang ditumpanginya untuk mendapatkan energi. Parasit sendiri bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu parasit fakultatif dan parasit obligat.
Tumbuhan parasit fakultatif merupakan tumbuhan yang kadang-kadang menjadi tumbuhan parasit atau kadang-kadang menjadi tumbuhan saprofit. Contoh dari tumbuhan parasit fakultatif adalah tumbuhan tingkat rendah Phytophora Parasitica.
Pada tumbuhan parasit obligat tumbuhan selalu parasit.Tumbuhan parasit obligat dikelompokkan menjadi tiga yaitu
1. Semiparasit, tumbuhan mempunyai klorofil, contohnya adalah benalu
2. Europarasit, tumbuhan tidak punya klorofi, contohnya tali putri
3. Hiperparasit, tumbuhhan parasit yang menumpang parasit lain, contohnya viscum yang menumpang pada benalu.
Tumbuhan-tumbuhan autotrop bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, fotoautotrop dan kemoautotrop.Tumbuhan fotoautotrop mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, yang dilakukan dengan cara fotosintesis.Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok fotoautotrop antara lain bakteri ungu, alga hijau, alga biru, alga coklat, alga merah, dan tumbuhan tingkat tinggi. sedangkan tumbuhan kemoautotrop mendapatkan energi dari oksidassi berbagai senyawa organik.
Tumbuhan heterotrop bisa dikelompokkan menjadi tumbuhan saprofit dan parasit. Saprofit memperoleh makanan dengan cara mengambil zat-zat organik dari sisa-sisa organisme lain yang telah membusuk. Tumbuhan yang masuk dalam kelompok saprofit misalnya bakteri, jamur, dan anggrek yang tidak berklorofil. Jenis yang kedua, parasit mengambil zat organik dari tumbuhan yang ditumpanginya untuk mendapatkan energi. Parasit sendiri bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu parasit fakultatif dan parasit obligat.
Tumbuhan parasit fakultatif merupakan tumbuhan yang kadang-kadang menjadi tumbuhan parasit atau kadang-kadang menjadi tumbuhan saprofit. Contoh dari tumbuhan parasit fakultatif adalah tumbuhan tingkat rendah Phytophora Parasitica.
Pada tumbuhan parasit obligat tumbuhan selalu parasit.Tumbuhan parasit obligat dikelompokkan menjadi tiga yaitu
1. Semiparasit, tumbuhan mempunyai klorofil, contohnya adalah benalu
2. Europarasit, tumbuhan tidak punya klorofi, contohnya tali putri
3. Hiperparasit, tumbuhhan parasit yang menumpang parasit lain, contohnya viscum yang menumpang pada benalu.
Langganan:
Komentar (Atom)

